Bupati Zahir Minta Kelompok Tani Cinta Mangrove dan Masyarakat Bersinergi Melestarikan Lingkungan dan Meningkatkan Perekonomian

Batu Bara,
Bupati Batu Bara, Ir. H. Zahir, M.AP, menghadiri Perayaan Silaturahmi Halalbihalal Hari Raya Idul Fitri 1443 H, yang diselenggarakan oleh Kelompok Tani Cinta Mangrove di Pantai Sejarah, Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, pada Sabtu, (21/5). 
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah dan forkopimda Kabupaten Batu Bara, Kelompok Tani Cinta Mangrove serta Pelaku UMKM di Kabupaten Batu Bara. 
Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 19.00 WIB tersebut, merupakan wahana dan sarana untuk lebih memperkuat komitmen dan tekad dalam meningkatkan kualitas silaturahmi dan saling memahami antara Pemkab Batu Bara serta masyarakatnya. 
Ketua Kelompok Tani Cinta Mangrove, Azizi mengatakan ia dan Kelompok Tani Cinta Mangrove telah beraktivitas membibitkan dan menanam mangrove di sepanjang garis pantai di pesisir Desa Gambus Laut dan Desa Perupuk, dikarenakan abrasi serta gerah terhadap kondisi problematika moral dan sosial di Pantai Sejarah.
Dalam pergerakannya, Kelompok Tani Cinta Mangrove telah mendapatkan banyak dukungan, antara lain dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan melalui program GERHAN (Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan) Kabupaten Asahan (saat itu Kabupaten Batu Bara masih berada di wilayah Kabupaten Asahan) pada tahun 2006, dari BPHM (Balai Pengelolaan Hutan Mangrove) wilayah Sumatera pada tahun 2010 dan 2015, dan dari BPSKL (Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Hidup) pada tahun 2018.
Bupati Zahir dalam pidatonya mengapresiasi Kelompok Tani Cinta Mangrove, dan meminta agar kelompok yang diinisiasi masyarakat ini bisa menjadi barisan dan garda terdepan dalam upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan. Sekaligus menjadikan kegiatan pelestarian sebagai wadah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. 
"Upaya pemulihan ekonomi di masa Covid-19, dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemkab Batu Bara bersama Kelompok Tani Cinta Mangrove dan masyarakat sekitar telah melakukan serangkaian pembangunan di kawasan Pantai Sejarah sejak tahun 2020. Dengan harapan pantai ini dapat menjadi salah satu destinasi wisata andalan di pesisir Batu Bara dan memberikan dampak positif terhadap geliat perekonomian masyarakat", ungkap Bupati Zahir. 
Dalam menghadapi persaingan kompetitif dan komprehensif terlebih untuk Kabupaten Batu Bara yang secara geografis berbatasan langsung dengan negara tetangga, maka dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas antar elemen masyarakat, sehingga misi Bupati Zahir dalam menyejahterakan masyarakat dapat terwujud.

 

Berita Terkait