Bupati Batubara Komitmen Terapkan Pemerintahan yang Terbuka

Batubara – Bupati Kabupaten Batu Bara, Ir Zahir MAP, akan terus berkomitmen mendorong implementasi smart city alias Kota Cerdas secepatnya dapat dipadukan dengan beragam layanan yang ada di tengah masyarakat secara terbuka.

Setelah diawali dengan penerapan E-Government pada Tahun 2014 lalu, Bupati Zahir menilai sudah saatnya konsep kota cerdas tersebut menapak jenjang lebih tinggi lagi, yaitu memberikan manfaat secara terbuka ditengah masyarakat luas.

Dalam tahap ini, Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai integrator, diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk OPD.

“saya harapkan untuk dapat mewujudkan layanan pemerintah Kabupaten yang lebih komprehensif dan lebih cerdas lagi (seperti halnya konsep awal smart city),” ungkap Bupati Zahirdi depan jajaran OPD yang mengikuti Apel Perdana paska lebaran.

Selain itu, Zahir juga meminta seluruh OPD agar mendukung langkah Dinas Komunikasi, Informatika Kabupaten Batu Bara untuk segera menyusun masterplan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dapat memudahkan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

TIK dengan masterplan yang tepat, menurutnya akan mempercepat dan memudahkan berbagai sisi baik dari program pemerintahan daerah.

Terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat merespons berbagai kebutuhan dan ragam tuntutan di tengah masyarakat.

Penggunaan TIK yang baik diyakininya akan membuat roda pemerintahan Batu Bara dan dinamika serta ekonomi masyarakat Batu bara dapat berjalan lebih cepat dan mudah.

Hal ini, dikatakan Zahir, sejalan dengan UU nomor 14 tahun 2008 tentang KIP, dimana pemerintah sebagai badan publik berkewajiban untuk meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi serta membuka akses seluas-luasnya atas informasi kepada masyarakat, baik secara aktif maupun secara pasif.

Menyadari hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara pun ingin mengembangkan konsep smart city atau smart Goverment bagi meningkatkan layanan publik di daerahnya.

Walaupun bukan merupakan satu-satunya aspek pendorong dalam kesuksesan implementasi Smart City yang ia canangkan, namun peran teknologi sebagai enabler dan pendorong aspek lain dalam hal ini, visi pembangunan pemerintah Batu Bara, dalam mewujudkan masyarakat industri yang sejahtera dan berbudaya, dalam artiaan pemerintahannya yang bersih, tidak dapat dikecilkan.

Adapun konsep smart city seperti yang dicita-citakan oleh Bupati Batu Bara, Zahir sebelumnya ialah, sebuah daerah yang memberikan pelayanan yang mudah dan transparan untuk masyarakat Batu Bara yang berbasis digital dan juga membantu pemerintah dalam menerima dan menyediakan layanan publik yang terbaik bagi Masyarakat.

Untuk mencapai upaya itu, Zahir meminta agar Dinas Kominfo Batu Bara lebih fokus dan berusaha membangun dan mengembangkan proyek infrastruktur jaringan, terutama pada perbaikan sistem pada aplikasi E-goverment yang selama ini menurutnya belum berjalan optimal di pemerintahan yang ia pimpin, diantaranya

1. penyediaan Jasa Bandwith internet seluruh OPD dalam mengintergrasikan pelayanan publik.

2. Penyediaan telephone gratis melalui kegiatan penyediaan telephone VOIP (Voice Over Internet Protokol) bagi seluruh OPD.

3. Mengembangkan sistem pengamanan data yang dikelola OPD melalui workshop pengamanan data yang mengedukasi pengelola aplikasi yang ada di seluruh OPD

4. Sosialisasi dan workshop pengembanganan dan pengelolaan sistem informasi e-goverment, termasuk sosialisasi keterbukaan informasi publik yang merupakan keharusan bagi seluruh lembaga layanan publik semisal OPD atau SKPD di Batu Bara.

5. Membangun server untuk data center dan ruangan Command Center (Ruang Pusat Pengendali) beserta jaringan pendukungnya dalam pengelolaan data dan informasi. Dimana Kominfo harus melaksanakan pemulihan data, Data Recovery Centre (DRC), apabila terjadi kerusakan dan kehilangan data yang dikelola oleh OPD.

Seperti yang diutarakan Bupati Zahir dalam pidato sebelumnya, bahwa bukan lagi jamannya negara besar menguasai negera kecil. Yang terjadi saat ini adalah dimana negara yang cepat akan menguasai negara yang lambat.

“Kalau kita lambat dalam mengakses informasi, dalam hal ini banyaknya terjadi kelemahan kelemahan pada sistem pengelolaan informasi e-goverment kita (seperti yang sudah dijelaskan diatas), maka tentu kita akan segera ketinggalan,” pungkasnya.

Oleh sebab itu, Dinas kominfo kabupaten Batu Bara saat ini, menurutnya harus bisa mengambil peran penting sebagai operator dan leading sector dalam proses ini. Organisasi Perangkat Daerah atau OPD harus benar-benar memberikan dukungan dan kerja samanya.

“Nah, para OPD sebagai pengelola atau pengisi konten harus bisa bekerja sama dengan Kominfo. Dalam penyusunan dan penyelenggaraan (pemerintahan berbasis TIK) semua harus bekerja sama. Harus ada kebersamaan,” harapnya.

Bupati Zahir mengingatkan, agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak jalan sendiri-sendiri lagi dengan membawa ego sektoral, sebab menurutnya pemerintah tidak akan bisa berjalan dengan sendirian, tapi harus terpadu agar bisa menjalankan program pemerintah untuk 5 tahun kedepan sukses berjalan dengan baik.

“Antar instansi harus bersinergi, karena sebenarnya program antar satu OPD dengan OPD lainnya saling terikat, tidak boleh ada ego sektoral dan pemerintah juga tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa didukung oleh komponen masyarakat,” Tutupnya.

 

Berita Terkait